Selasa, 12 Februari 2013

Serenada 8



8# SERENADA KEREMANGAN
 oleh Fauzil Shin pada 7 Januari 2012 pukul 11:04

selembar kertas terkumur tinta
terbekam kuluman taji mata pena,
khusyuk hampar padang putihnya terlukis
tadarus hati dalam rangkuman pikir
ditaksir aksara muppasir
sepuh surai-surai mencerai putik matamu
adinda malam rindu;
mengawang ruang-ruang kidung
lesung bidadari: membunuh rindu disitu
bertuang sutra malam terajut hitam
dan dedaunan pengelana dari hulu
ku kiblatkan debu-debu dibahu
saat noda pucat pasih
merangkak diatas meja dengan khutbah cinta
ekstrak cintaku padamu adinda, ku kandung serenada

berlahan dalam belaian
hujan pelipur jambangan
dan merah gelora keemasan
merobek curah aurora yang tunduk lumpuh mengawal mega
aku dan adinda, disinggasana doa
merajuk dalam ringkuk sejuk
berbaris domba-domba hitam
dalam mandi butir bening yang kian meninggi oktafnya
derap pacu bayu merapuh sayap-sayap kota
kini mataku tidak terbang kemana
ada bidadari disisiku
kuhabiskan cicip halimun, di tudung pelukannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar