8# SERENADA KEREMANGAN
selembar kertas terkumur tinta
terbekam kuluman taji mata pena,
khusyuk hampar padang putihnya
terlukis
tadarus hati dalam rangkuman pikir
ditaksir aksara muppasir
sepuh surai-surai mencerai putik
matamu
adinda malam rindu;
mengawang ruang-ruang kidung
lesung bidadari: membunuh rindu
disitu
bertuang sutra malam terajut hitam
dan dedaunan pengelana dari hulu
ku kiblatkan debu-debu dibahu
saat noda pucat pasih
merangkak diatas meja dengan khutbah
cinta
ekstrak cintaku padamu adinda, ku
kandung serenada
berlahan dalam belaian
hujan pelipur jambangan
dan merah gelora keemasan
merobek curah aurora yang tunduk
lumpuh mengawal mega
aku dan adinda, disinggasana doa
merajuk dalam ringkuk sejuk
berbaris domba-domba hitam
dalam mandi butir bening yang kian
meninggi oktafnya
derap pacu bayu merapuh sayap-sayap
kota
kini mataku tidak terbang kemana
ada bidadari disisiku
kuhabiskan cicip halimun, di tudung
pelukannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar