Selasa, 12 Februari 2013

Serenade 4-6



4# SERENADA SELAPUT MALAM
 oleh Fauzil Shin pada 3 Januari 2012 pukul 9:31 ·

merajut sutra kultur waktu
kapas-kapas rebahi semanis madu
sambil membiarkan domba-domba hitam merangkak dirgantara
derapnya memilin pucat pepohanan muda
ini masih teguk yang sama
dimana cercah suara terpetiki rinai wicara
semenanjung samudra manjadi cola
keramba nyawa hati masih sulit ku baca
tapi lesung imut pipimu, cintaku
mozaik syahdu tergolek disitu

5# SERENADA KHUSYUK
  oleh Fauzil Shin pada 4 Januari 2012 pukul 3:32 ·

kulihat kelabu menjilati tudung saji khatulistiwa
cekam malam menjadi cekung di hijrahnya
tertadah golekan pisau gunung berparas suara
membekukan asap-asap rokok di bening kaca jendela
hingga tirusnya sulit terbaca
pagi merasuki raga-raga reranting yang menghela kekosongan
kantong-kantong mata penghuni malam'
menyita kesejukan, dan membawa kening keringku di seringai air wudhu
gigil meremuk tulang.

adinda tergeletak larut meniti malam
lelapnya merendakan kehenyakan
sayang, surga datang minta dijemput
surah-surah suci begitu manja merayu pinta
dan hadis bermandikan janji robbul alam kepada kita
mari... kita rampungkan kiyam malam
bangunlah sayang....
jadikanlah butanya pagi
sebagai kompas hati, menuju ridho Allah

duhai adindaku...
dalam sujud sepuh ini, ikhlaslah jadi makmumku
di hamparan sejadah napas ini
kita pinang bening rindu kepada yang Satu

kita temani kunang-kunang
menarikan siluet pekat dan berenang
kunjungi rindang huyung serongga ku mengenang
koreo musim penuh syair dan orkestra
pesta nada di pasar cita

hingga kau meramu kantuk dan lelap di pangkuan ibu
adindaku...
Mimpi ini, mejadi prasasti di kota hati
hingga pagi datang, dan kau menggenggam jabat jemariku lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar