4# SERENADA SELAPUT MALAM
merajut sutra kultur waktu
kapas-kapas rebahi semanis madu
sambil membiarkan domba-domba hitam
merangkak dirgantara
derapnya memilin pucat pepohanan
muda
ini masih teguk yang sama
dimana cercah suara terpetiki rinai
wicara
semenanjung samudra manjadi cola
keramba nyawa hati masih sulit ku
baca
tapi lesung imut pipimu, cintaku
mozaik syahdu tergolek disitu
5# SERENADA KHUSYUK
kulihat kelabu menjilati tudung saji
khatulistiwa
cekam malam menjadi cekung di
hijrahnya
tertadah golekan pisau gunung
berparas suara
membekukan asap-asap rokok di bening
kaca jendela
hingga tirusnya sulit terbaca
pagi merasuki raga-raga reranting
yang menghela kekosongan
kantong-kantong mata penghuni malam'
menyita kesejukan, dan membawa
kening keringku di seringai air wudhu
gigil meremuk tulang.
adinda tergeletak larut meniti malam
lelapnya merendakan kehenyakan
sayang, surga datang minta dijemput
surah-surah suci begitu manja merayu
pinta
dan hadis bermandikan janji robbul
alam kepada kita
mari... kita rampungkan kiyam malam
bangunlah sayang....
jadikanlah butanya pagi
sebagai kompas hati, menuju ridho
Allah
duhai adindaku...
dalam sujud sepuh ini, ikhlaslah
jadi makmumku
di hamparan sejadah napas ini
kita pinang bening rindu kepada yang
Satu
kita temani kunang-kunang
menarikan siluet pekat dan berenang
kunjungi rindang huyung serongga ku
mengenang
koreo musim penuh syair dan orkestra
pesta nada di pasar cita
hingga kau meramu kantuk dan lelap
di pangkuan ibu
adindaku...
Mimpi ini, mejadi prasasti di kota
hati
hingga pagi datang, dan kau
menggenggam jabat jemariku lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar