Selasa, 26 Februari 2013
Motivasi adalah insting yang mesti kita pancing.
survivor intuition... manusia memiliki insting untk bertahan hidup yang besar... ketika mereka merasa dalam tekanan 'Under pressure, mereka akan mencoba menemukan dan melakukan berbagai cara untuk mampu bertahan hidup,
so, membangkitkan motivasi diri, salah satu caranya bisa dengan memberikan tekanan pada diri ketika melakukan atau mengerjakan sesuatu, diantaranya adalah:
1. ketika melakukan atau mengerjakan sesuatu, berilah batasan waktu tersendiri, bhsa mudahnya "Deadline" garis kematian, hii serem... jika pekerjaan itu memang pekerjaan pokok yang sudah memiliki deadlinenya tersendiri (pekerjaan seperti tugas sekolah, kuliah, kantoran, pengrajin, seniman, penulis dan segala profesi yang memiliki batas waktu dlm pengerjaannya). tapi baiknya tetap buatlah deadline mungkin 1/2 hingga 3/4 dari batas waktu yang ditetapkan.
2. anggap itu adalah pekerjaan terakhir di hdupmu. agak terdengar kasar memang, tapi secara simpelnya seperti ini: berikan diri sugesti seperti itu, sehingga tertanam sebuah motivasi tersendiri, agar kita harus melakukan seluruh pekerjaan sebaik mungkin dan tidak mengecewakan orang2 yang kita tinggalkan. terapkan itu pada semua pekerjaan, sehingga kita dapat meningkatkan kualitas diri dalam bekerja atau melakukan apapun.
3. carilah seorang rival. carilah orang yang lebih baik darimu... berikan penilaian perbandingan yang dia bisa lakukan dan kita tidak bisa, jadikan itu tahap awal dalam membentuk diri menjadi lebih baik. akan lebih baik jika kita memiliki rival yang berada di jalur yang sama dngn kita, mngkin memiliki pekerjaan yang sama, cita-cita, visi, tujuan, atau impian yang sama. nuansa persaingan akan membuahkan bibit-bibit motivasi terbesar dalam mengejar impian, cita-cita dan harapan. tapi, yang pasti harus diingat, seorang Rival bukanlah seorng MUSUH, jadi, bersainglah dengan bersih, jujur dan sebaik-baiknya. hindari prinsip menjujurkan segala cara. jadikan rivalitas ini bersih dari perasaan dengki, angkuh dan iri hati...
dan ketika rival kita sdah terlampaui bahkan sampai tak mampu mengejar langkah kita, temukan rival yang baru, yang jauh lebih baik lagi dari dirimu... dan tetap jangan lupakan rival2 kita yang telah membantu kita selama ini.
apapun cara dan tekniknya untuk memotivasi diri, tetap jangan pernah berpaling dari jalur kebenaran, lakukan segalanya dengan positif, baik dalam pikiran maupun perbuatannya. itu saja sedikit pendapat dariku, smoga bermanfaat bagi yang membacanya... ini hanyalah persepsiku saja, diikuti di alhamdulillah, dilirik aja tidak apa2. smoga berkah dan Rahmat Allah selalu bersama kita umatnya ^_^ wasalam.
Minggu, 17 Februari 2013
Serenada...
Serenada Nilam
Dahaga diufuk timur
cadas buana menutup khatur...
kita rias hantar megah gema
pada biang-biang kultus angin
aku berwudhu
Dahaga diufuk timur
cadas buana menutup khatur...
kita rias hantar megah gema
pada biang-biang kultus angin
aku berwudhu
Kamis, 14 Februari 2013
tentang cinta
Berbicara tentang cinta,
Semua orang menyadari adanya perasaan itu...
Semua orang akan mengerti ketika mereka merasakannya...
Semua, orang.... yang orang!"
ada yang mengartikannya secara khusus,
ada yang mengartikannya secara sederhana.
ada juga yang tak mengerti artinya.
dan ada yang tak sedikit pun mau untuk mengerti...
dalam filoshofinya, Cinta itu mendapat dasar yang teguh pada sebuah kehidupan...
karena Cinta itu adalah kehidupan... yang membuat Kehidupan lebih hidup.
Semua orang menyadari adanya perasaan itu...
Semua orang akan mengerti ketika mereka merasakannya...
Semua, orang.... yang orang!"
ada yang mengartikannya secara khusus,
ada yang mengartikannya secara sederhana.
ada juga yang tak mengerti artinya.
dan ada yang tak sedikit pun mau untuk mengerti...
dalam filoshofinya, Cinta itu mendapat dasar yang teguh pada sebuah kehidupan...
karena Cinta itu adalah kehidupan... yang membuat Kehidupan lebih hidup.
Serenada bunga matahari
63# SUNFLOWER SERENADE/ SERENADA BUNGA MATAHARI
for: dinda, I always look at you wherever you are
sejati inang benang emas
yang terlepas jinak di pinak anak senja
toreh sunyinya, nyanyi nada-nada
surai-surai kemuning dari lembayung
tersisit:
di balik gunung
berkelana ke tandanan awan
hiruk merangkul tabir getir dan renang syair
di bias bisu kelopak kuningnya,
tangkai yang menjulang ramah
seakan kesima saja,
kala angin seruti belaian ingin
merembak tari helaian kakamban kuning
menyibak hijab tulus adinda
rona mesra yang kabur dan tutup
hari dengan kelegaman sutra api di ufuk barat
sontak
siluet-siluet malam, sang Laila yang selalu mampir
membutakan netra, memang
tapi tak bisa butakan hatiku
untuk selalu memandangmu,
aku memandangmu, dimanapun kau berada...
adinda...
ket:
kakamban: kerudung khas banjar
for: dinda, I always look at you wherever you are
sejati inang benang emas
yang terlepas jinak di pinak anak senja
toreh sunyinya, nyanyi nada-nada
surai-surai kemuning dari lembayung
tersisit:
di balik gunung
berkelana ke tandanan awan
hiruk merangkul tabir getir dan renang syair
di bias bisu kelopak kuningnya,
tangkai yang menjulang ramah
seakan kesima saja,
kala angin seruti belaian ingin
merembak tari helaian kakamban kuning
menyibak hijab tulus adinda
rona mesra yang kabur dan tutup
hari dengan kelegaman sutra api di ufuk barat
sontak
siluet-siluet malam, sang Laila yang selalu mampir
membutakan netra, memang
tapi tak bisa butakan hatiku
untuk selalu memandangmu,
aku memandangmu, dimanapun kau berada...
adinda...
ket:
kakamban: kerudung khas banjar
Serenada Embun Hitam - puisi cinta
39# SERENADA EMBUN HITAM
kita temui basahnya
bisikan-bisikan
merayapi dada halimun,
menyutra larik embun
dan tertinggal melodi di alun-alun
bising nguliti masih
noktah-noktah pasih
meminjamkan babak-babak konflik
yang disembunyikan
dari pementasan
dari aktor muda yang dibunuh impian
membacakan kesunyian
menyanyikan kebisuan
kita mulai dengan renda merah tua
yang terbuka
rumah unggun mendekor langit
dengan kuas jingga mega megah saga
mencoba menggoreskan pena
alur surai angin menjadi senjata,
menidurkan bulan, menjajakan bintang
dan memuliakan selongsong-selongsong
kosong
kala atmosfir berbau mesiu
hunusan inang surya
kembali membangkai
di tirus mega
lafalan mata
masih manja mendeskripsikan khotbah
sungai
dari malamku yang bertikai
serdadu-serdadu abu-abu
menderap pilu di ujung desa
mengongkang laras-laras
pancang
dan menembakkan kehenyakan yang
magis
di surau, di kuil, di kapel, di
pura, di jiwa yang terlupa
ku coba membangunkan puing-puing
ringkih ketika angin datang dan
mengerang kering
pertangkai embun menyusuri kulit ari
bubuhan tiara embun pasih meniduri
dedaunan terpetiki
menampung tetes yang kemaren cuma
genangan
hari ini, menjadi lautan
sumbu-sumbu netra mulai mengumpulkan
khazanah
lapuknya pagi ku timang dalam krutan
sejadah
biakan kerinduan menimpa atap-atap
rumbia
membawa kifrah batin yang nyata
menancap nyata
bulan pulang menjanda
adinda mengantarnya di atas balkon
raut sintal bunga pagi melanda
bersama adinda, syahadat hati
kutulis pelan
dalam ketulusan serenada
Rabu, 13 Februari 2013
Serenada Terik
?# Serenada terik...
untuk Alm. Seseorang....
Tahukah kau cinta,
ada yang kawin siang tadi...
Jadi, kugubah saja...
dari serak suara dan dawai-dawai nyawa di gitar pengamen kota...
jari-jari keperakan menjentik nada-nada klasik...
jazz dan irama pemuas dahaga...
ras dan melodrama istana...
dimainkan dalam satu pemakaman...
ajal yang merindu,
titik di detik ini...
untuk Alm. Seseorang....
Tahukah kau cinta,
ada yang kawin siang tadi...
Jadi, kugubah saja...
dari serak suara dan dawai-dawai nyawa di gitar pengamen kota...
jari-jari keperakan menjentik nada-nada klasik...
jazz dan irama pemuas dahaga...
ras dan melodrama istana...
dimainkan dalam satu pemakaman...
ajal yang merindu,
titik di detik ini...
Selasa, 12 Februari 2013
Serenada 9#
9# SERENADA GULITA
obat nyamuk bakar menyantap atmosfir
ada hampa pada malam yang penuh,
juga tirai sutra kelabu saat merenggut
seluruh
derai-derai willow diluar sana
dan angin disini mati suara
aku biarkan bunyi melirik siklus
masa
dan pergi meninggalkan
pencahariannya
setidaknya ada irama dawai sarpa di
hati
meski sendiri,
adinda membicarakan musim semi di
mimpi
"tidurlah" katanya.
kita berjumpa tatap
di fajar melabuh fijar
Serenada 8
8# SERENADA KEREMANGAN
selembar kertas terkumur tinta
terbekam kuluman taji mata pena,
khusyuk hampar padang putihnya
terlukis
tadarus hati dalam rangkuman pikir
ditaksir aksara muppasir
sepuh surai-surai mencerai putik
matamu
adinda malam rindu;
mengawang ruang-ruang kidung
lesung bidadari: membunuh rindu
disitu
bertuang sutra malam terajut hitam
dan dedaunan pengelana dari hulu
ku kiblatkan debu-debu dibahu
saat noda pucat pasih
merangkak diatas meja dengan khutbah
cinta
ekstrak cintaku padamu adinda, ku
kandung serenada
berlahan dalam belaian
hujan pelipur jambangan
dan merah gelora keemasan
merobek curah aurora yang tunduk
lumpuh mengawal mega
aku dan adinda, disinggasana doa
merajuk dalam ringkuk sejuk
berbaris domba-domba hitam
dalam mandi butir bening yang kian
meninggi oktafnya
derap pacu bayu merapuh sayap-sayap
kota
kini mataku tidak terbang kemana
ada bidadari disisiku
kuhabiskan cicip halimun, di tudung
pelukannya
Langganan:
Komentar (Atom)


